Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘Debian’

 

Search Engine Optimization and SEO Tools

Langsung saja :

# userdel -r named
# rm -rf /var/named

# wget ftp://ftp.isc.org/isc/bind9/9.2.2rc1/bind-9.2.2rc1.tar.gz
# tar -xzvf bind-9.2.2rc1.tar.gz
# cd bind-9.2.2rc1
# ./configure –prefix=/usr/local/named
# make
# make install
# adduser -d /var/named -s /bin/false named

# cd /var/named
# wget ftp://internic.net/domain/named.root
# vi db.127.0.0

isinya adalah :

$TTL 86400
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
2003021500 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS localhost.
1 IN PTR localhost.

# cp db.127.0.0 db.10.126.24
# vi db.localhost

isinya adalah :
$TTL 86400
$ORIGIN localhost.
@ IN SOA localhost. root.localhost. (
2003021500 ; serial
28800 ; refresh
14400 ; retry
3600000 ; expiry
86400 ) ; minimum

IN NS localhost.
IN A 127.0.0.1

# mkdir /usr/local/named/etc
# vi /usr/local/named/etc/named.conf

isinya adalah :

options {
directory “/var/named”;
allow-transfer { 10.126.24.2/32; };
pid-file “/var/named/named.pid”;
};

logging {
category lame-servers { null; };
};

zone “.” IN {
type hint;
file “named.root”;
};

zone “localhost” IN {
type master;
file “db.localhost”;
allow-update { none; };
};

zone “0.0.127.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.127.0.0”;
allow-update { none; };
};

zone “24.126.10.in-addr.arpa” IN {
type master;
file “db.10.126.24”;
};

Kemudian meng-generate file konfigurasi yang akan digunakan oleh program rndc, ingat hasil dari perintah rndc-confgen bisa jadi berbeda dengan apa yang ditampilkan disini :

# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen

Kemudian copy-paste dari hasil perintah tersebut diatas mulai dari baris “# Start of rndc.conf” sampai dengan baris “# End of rndc.conf”, simpan dengan nama file /usr/local/named/etc/rndc.conf . Kemudian copy-paste lagi dengan menghilangkan tanda “#”, mulai dari baris “# key “rndc-key”…” sampai dengan baris yang hampir paling bawah diatas baris “# End of named.conf ” yaitu sampai dengan baris “};” kemudian tambahkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf . Sebagai contohnya adalah sebagai berikut ini, isi dari file /usr/local/named/etc/rndc.conf misalnya :

# Start of rndc.conf
key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;
};

options {
default-key “rndc-key”;
default-server 127.0.0.1;
default-port 953;
};
# End of rndc.conf

Sedangkan pada file /usr/local/named/etc/named.conf ditambahkan sebagai berikut :

key “rndc-key” {
algorithm hmac-md5;
secret “2LCJImnMimOwc1odWR6jfg==”;
};

controls {
inet 127.0.0.1 port 953
allow { 127.0.0.1; } keys { “rndc-key”; };
};

# /usr/local/named/sbin/rndc-confgen > confgen.tmp
# grep -v “^#” confgen.tmp > /usr/local/named/etc/rndc.conf
# grep “^#” confgen.tmp | sed 1,3d | sed -e “s/\# //g” | sed -e “s/End of named.conf//g” >> /usr/local/named/etc/named.conf
# rm -rf confgen.tmp

# chown -R named.named /var/named
# /usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf

# echo “/usr/local/named/sbin/named -u named -c /usr/local/named/etc/named.conf” >> /etc/rc.local
# echo “nameserver 127.0.0.1” > /etc/resolv.conf

Testing query menggunakan name server localhost dengan perintah host :
# host 127.0.0.1
1.0.0.127.in-addr.arpa domain name pointer localhost.
[root@wedus named]# host localhost
localhost has address 127.0.0.1

Atau dengan menggunakan perintah dig :

# dig -x 127.0.0.1
; <<>> DiG 9.2.2rc1 <<>> -x 127.0.0.1
;; global options: printcmd
;; Got answer:
;; ->>HEADER<<- opcode: QUERY, status: NOERROR, id: 64212
;; flags: qr aa rd ra; QUERY: 1, ANSWER: 1, AUTHORITY: 1, ADDITIONAL: 1

;; QUESTION SECTION:
;1.0.0.127.in-addr.arpa. IN PTR

;; ANSWER SECTION:
1.0.0.127.in-addr.arpa. 86400 IN PTR localhost.

;; AUTHORITY SECTION:
0.0.127.in-addr.arpa. 86400 IN NS localhost.

;; ADDITIONAL SECTION:
localhost. 86400 IN A 127.0.0.1

;; Query time: 1 msec
;; SERVER: 127.0.0.1#53(127.0.0.1)
;; WHEN: Sat Feb 15 13:58:48 2003
;; MSG SIZE rcvd: 93

Demikian semoga dapat membantu rekan2 sekalian

kutipan : http://www.layangan.com/asfik/writings/dns-bind.html

Read Full Post »

mysql database

mysql database

Baiklah kini kita langsung saja untuk me-reset password mysql yang kita lupakan.

1. login ke server anda
2. matikan service mysql pada server anda

# /etc/init.d/mysql stop
atau
# killall mysql

3. Jalankan Mysql dengan mode –skip-grant-tables
# mysqld_safe –skip-grant-tables

4. masuk ke dalam Database
# mysql -u root

5. masuk ke Database mysql

# use mysql;

6. Lakukan perubahan password untuk user root
# update user set password=password(‘Password_baru’) where user=’root’ and host=’localhost’;

7. Lakukan juga Perubahan pada user easyhotspot
# update user set password=password(‘password_baru’) where user=’easyhotspot’ and host=’localhost’;

8. Ketikkan pada mysql anda
# flush privileges;

9. Keluar dari mysql
# exit;

ok selesai sudah kita me-reset password mysql.

matikan mysql anda, dan hidupkan seperti biasa, tanpa mode –skip-grant-tables.

# /etc/init.d/mysql start

NB: Mode –skip-grant-tables hanya boleh dipakai untuk keadaan seperti itu dan juga repair database. Untuk keadaan lainnya, not recomended. Karena –skip-grant-tables memungkinkan seluruh sisi dapat membuka mysql dengan login root tanpa password.

referensi : http://www.gecc-ugm.com

Read Full Post »

modem sanex

modem sanex

Awalnya Koneksi dedicatet ASTINET saya direlokasi ke tempat yang baru, tetapi sampai 2 minggu lebih tidak ada kabar dari pihak telkom untuk kapan selesainya pemindahan koneksi tersebut. Mungkin saya kurang diperhitungkan dan diperhatikan dengan koneksi internet dedicated hanya 64kbps, dan itu saya pergunakan untuk webserver dan mailserver saja. Dengan Melihat permasalahan itu akhirnya saya putuskan untuk sementara menggunakan IP Public Speedy dengan mode Bridge pada Modem ADSL SANEX

dan di mesin debian diinstall pppoe. Berikut ini cara untuk instalasinya saya kutip dari blog satriaonline :

1. Login ke Server/Router anda.

2. Dengan menggunakan apt-get Instalasi pppoe dan pppoeconf

# apt-get install pppoe pppoeconf

3. Konfigurasi pppoe yang baru diinstalasi

# cd /etc/ppp/peers

# cp dsl-provider dsl-provider.asli

4. Jalankan perintah pppoeconf

# cd /usr/bin

# pppoeconf

Proses seperti berikut:

*bila interface lebih dari satu dia akan memilih interface mana yg terkoneksi dengan modem*

Tinggal di enter Yes saja, maka akan lanjut scan device :

Jika terdeteksi ada modem yg terkoneksi, maka akan muncul tampilan dibawah ini :

Tinggal di yes, nanti akan muncul notifikasi lagi :

Ada pesan notifikasi kembali, seperti berikut :

Langkah berikutnya ada isian untuk memasukkan user dan password dari speedy.

tampilan isi password :

Nah disini DNS akan memberikan opsi untuk menambahkan DNS Speedynya di /etc/resolv.conf dan setiap restart maka resolv akan tetap terisi oleh DNS dari speedynya, nah disini kesulitan yg saya temui ketika saya ingin melakukan loadbalance antara koneksi Speedy dengan wisp, karena tidak bisa dibuat rule manual dan DNS lokal tidak bisa di konfigurasi dengan sempurna, tapi bila debian untuk pc biasa, ini tidak masalah ) .

di Yes aja mengikuti rekomendasi.

Lalu akan ada pesan untuk paket size, tp bila ingin default maka tinggal di yes aja :

Berikutnya pesan untuk mengenable redial speedy setiap restart debiannya :

Pesan berikutnya yg perlu diperhatikan, dibawah ini :

Sudah selesai configurasi dial speedynya, dan tidak perlu melakukan hal yg sama karena sudah otomatis redial speednya.

Untuk membuktikan sudah ada belum koneksi speednya, bisa diliat dengan perintah :

# ifconfig

dilistnya akan ada interface dengan nama : ppp0, nah ini adalah interface pppoenya.

NB : IP speedy saya udah ke blacklist oleh email-email seperti google dan itu dianggap spam, jadi kalo ngirim ke google mail, yahoo mail atau yang lain itu pasti di tolak/tidak diterima oleh google mail, yahoo mail dan yang lainnya. Dan untuk webservernya udah bisa di akses dari luar. ini adalah satu2nya cara untuk supaya website bisa diaccess dari luar.

Demikian semoga bermanfaat.

Read Full Post »